Senin, 15 Juni 2009

Busana Bagelenan

Rancangan Busana Bagelenan

Setelah berlangsung lebih dari 10 tahun, Team Perancang Busana Bagelen, yang terdiri dari : Masduqi Simor, SH (Dinas KPI),selaku Ketua, Drs Basuki Budi Rahardjo (SubDin Kebudayaan), selaku Sekretaris dan beranggotakan, Drs. R Istiharto (budayawan), Drs, Mangkutrisno (Sejarawan), Radix Penadi (Sejarawan), Soekoso DM, BA (budayawan), Sardiatmoko (budayawan), Oteng Suherman (budayawan), Wasito Adi, BA (budayawan) dan Drs, Eko Riyanto (sejarawan), melalui metoda : study literatur, study lisan atau interview dan study pengamatan peninggalan sejarah, telah berhasil menciptakan Rancangan Busana Bagelenan sebagai salah satu ciri jatidiri Kota Purworejo.
Busana Bagelenan memiliki sifat-sifat yang terkandung dalam Prasasti Kayu Ara Hiwang yang mencerminkan : Masyarakat Religius, Toleran, Prihatin, Temen Tumemen, Membangun, Gotong Royong, Setia dan Perwira/Ksatria, Wani Ngalahan, dan andhap asor

Bagian dari Busana Bagelenan meliputi :
(a) Bagian Penutup Kepala
(b) Bagian Penutup Badan
(c) Asesoris.

Bagian Penutup Kepala disepakati berupa DESTAR atau IKAT KEPALA dari Kain Batik dengan ciri sebagai berikut : (a) Mempunyai KUNCUNG di bagian depan (b) Mempunyai Wiron Sederhana. (c) Mempunyai Jebehan (ujung destar) .(d) Memakai Bros (bila mungkin).



Dasar dari pembuatan KUNCUNG adalah :
(a) Gambar Relief di Candi Borobudur dan Prambanan (b) Gambar atau Foto busana akhir abad ke-19 (c) Gambar Bupati Purworejo RM Soegeng Cokronegoro IV dan (d) Gambar atau Foto orang-orang jaman akhir abad 19 dan awal abad ke-20.



Bagian Penutup Badan terdiri :
(a) Penutup Badan Bagian Atas atau Baju atau Sikepan, terdiri dari 1. ATELA LANDHUNG atau PANJANG 2. ATELA KROWAKAN KERIS
(b) Penutup Badan Bagian Bawah : Celana, Kain Batik, Pengikat Kain.
(c) Alas Kaki

Asesoris dalam Busana Bagelenan terdiri dari : (a)Kalung Ulur-ulur atau Karet (b) Rantai Jam Bandul (c) Bross Kalung (d) Bross Destar (e) Insight Lambang Kabupaten Purworejo.

Busana Putri.
Busana Bagelenan bagi Putri (perempuan) tidak jauh berbeda dengan model busana kebaya biasa, ada yang tanpa Kutu Baru (bef) atau ada pula yang memakai Kutu Baru (bef), disamping kebaya yang landhung (panjang) maupun Pendek atau bahkan busana Bagelenan muslim biasa.




Busana Bagelenan yang merupakan ciri Jatidiri Kabupaten Purworejo baik bagi kaum lelaki tua dan muda serta bagi kaum wanita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar