Kamis, 15 April 2010

Jenderal TNI Achmad Yani



Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani (juga dieja Achmad Yani; lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 19 Juni 1922 – wafat di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 43 tahun) adalah seorang pahlawan revolusi dan nasional Indonesia.
Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani. Lahir: Jenar, Purworejo, 19 Juni 1922
Agama: Islam Ayah:Sarjo bin Suharyo.Ibunda: Murtini,Istri : Yayuk Ruliah (dari Bali)

Pendidikan Formal:
HIS (setingkat SD) Bogor, tamat tahun 1935
MULO (setingkat SMP) kelas B Afd. Bogor, tamat tahun 1938
AMS (setingkat SMU) bagian B Afd. Jakarta, berhenti tahun 1940
Pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang
Pendidikan Heiho di Magelang
PETA (Tentara Pembela Tanah Air) di Bogor
Command and General Staff College di Fort Leaven Worth, Kansas, Amerika Serikat, tahun 1955
Special Warfare Course di Inggris, tahun 1956

Pendidikan Militer:
Pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang
Pendidikan Heiho di Magelang
Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor
Command and General Staf College di Fort Leaven Worth, Kansas, USA, tahun 1955
Spesial Warfare Course di Inggris, tahun 1956

Karier Militer :
1. 1963-1964, selaku Men Pangad/Kas Koti pangkat Letjen.
2. 1962, Menjadi Men/Pangad dengan pangkat Brigjen.
3. 1959-1961, De-II Kasad Bidang Pem¬binaan.
4. 1957-1959, De-I Kasad Bidang Operasi.
5. 1956, As-2 Kasad.
6. 1953-1955, Dan Resimen 12 di Purwokerto.
7. 1948-1952, Dan Brigade pangkat Letkol.
8. 1945, Dan Yon IV "Yani" di Magelang, pang¬kat Mayor.
9. 1944, Shodanco di Magelang.
10. 1941, Sersan Milisi pada Jawatan Topografi Militer.

Peranan Penting dalam Karier :
Ketika menghadapi pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah (1952) timbul gagasannya membentuk pasukan yang terdiri prajurit pi¬lihan. Dilengkapi dengan pengalaman tempumya selama Perang Kemerdekaan, Letkol A. Y ani melatih pasukan tersebut yang di¬kenal kemudian'sebagai Yon Banteng Raiders, dan hasilnya pem¬berontakan dapat ditumpas. Menghaqapi pemberontakan PRRI di Sumatera (1958), Kolonel A.Yani menerapkan untuk yang perla¬ma kali Operasi Gabungan, menggunakan ke 4 unsur ABRI sekali¬gus dengan hasil gemilang. Dalam memperjuangkan kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi dipercayai Kepala Staf Pem¬bebasan Irian Barat di samping juga sebagai Juru Bicara Koti (1962). Paling gigih menentang PKI antara lain menentang pem¬bentukan "Angkatan V" yang disodorkan PKI. Akibatnya dicap musuh PKI Kelas Satu. Pada malam 30 September 1965 menje¬lang subuh 1 Oktober 1965, diculik dan dibunuh secara kejam. Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi dengan pangkat Jenderal TNI (Anumerta).

Tanda Jasa :
1. Bintang RI Kelas III.
2. Bintang Sakti.
3. Bintang Gerilya.
4. Bintang Sewindu APR1.
5. Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun.
6. Satya Lencana Kesetiaan 16 Tahun.
7. Satya Lencana Perang Kemerdekaan I.
8. Satya Lencana Perang Kemerdekaan II.
9. Satya Lencana GOM 1.
10. Satya Lencana GOM VI.
11. Satya Lencana Satya Dharma
12. Satya Lencana Irian Barat (Trikora).
13. Satya Lencana Honor Medalion Kelas II dari Yugoslavia.

Tanda Penghormatan:Pahlawan Revolusi
Meninggal:Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan: Taman Makam Pahlawan Kalibata

Beliau dikenal sebagai seorang tentara yang selalu berseberangan dengan PKI (Partai Komunis Indonesia). Ketika menjabat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat sejak tahun 1962, ia menolak keinginan PKI untuk membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari buruh dan tani. Karena itulah beliau menjadi salah satu target PKI yang akan diculik dan dibunuh di antara tujuh petinggi TNI AD melalui G30S (Gerakan Tiga Puluh September). Ia ditembak di depan kamar tidurnya pada subuh 1 Oktober 1965. Mayatnya kemudian ditemukan di Lubang Buaya.Jabatan terakhir sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat(Men/Pangad) sejak tahun 1962

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar